Cinta itu ibaratkan kita menunggu bus. Banyak
bus yang lewat tapi kita terus menunggu sampai pada akhirnya kita menemukan
yang hanya satu tujuan kadang, yang satu tujuan pun kita harus rela mununggu
lagi karena busnya penuh sesak atau malah tak berhenti karena kondekturnya tak
melihat kita menunggunya. Padahal kau tau.... menunggu di tempat yang sama
setiap hari itu sangat membosankan.
Kamu datang tanpa pemberitahuan. Tanpa
pengumuman. Aku hampir tak terima itu.
Aku sudah bilang, aku tak mua jatuh cinta karna
jatuh itu sakit.
Aku hanya ingin terbang dengan cinta.
Suatu hari kau pernah bawa aku terbang tinggi
dan nyaman sampai akhirnya aku lupa bagaimana rasaanya sakit karena jatuh.
Sampai suatu saat ternyata kamu jatuhkan aku sampai ke dasar jurang.
Aku terpuruk ditengah lautan yang sepi.
Kau tau? Aku bilang aku tak mau jatuh cinta.
Friend zone. Meskipun membuatku terluka
berulang kali tapi, aku lebih suka dengan status itu.
Aku gak suka putus ! karena itu artinya aku
tak lagi bersamamu. tapi kenapa kamu ucapkan. Itu adalah kata tersakit yang
pernah aku dengar dari mulutmu yang selalu aku agungkan.
AKU MENCINTAIMU !! tapi kamu merusak semua
mimpi aku demi mewujudkan mimpi perempuan lain..
Berapa lama kamu kenal aku ?
Kau ingat Berapa banyak janji yang kamu
tawarkan ?
Berapa banyak tempat yang kita kunjungi
bersama ?
Berapa lama kamu meluluhkan hati aku, agar
aku mau menerima cinta kamu. Padahal kamu tau aku juga sayang kamu. bahkan
sebelum kamu. dan kamu tau aku sangat prinsipil, sampai akhirnya kamu yang
membuat aku mengingkari prinsipku sendiri.
Sudah kau hitung berapa banyak kamu sakitin
aku ?
Meskipun telinga aku sudah terbiasa
mendengarkan kamu bercerita tentang perempuan lain.
Mata aku sudah terbiasa melihat kamu bahagia
karena melihat perempuan lain.
Hati aku sudah terbiasa merasakan sakit
ketika kamu bilang I LOVE YOU pada perempuan lain. Tapi itu dulu, sebelum kamu
meruntuhkan prinsip aku untuk hanya tetap menjadi sahabatmu.
Kau tau...
Aku benar-benar percaya padamu..
Aku benar-benar merasa bodoh...
AKU TERLUKA !!! sangat terluka, tapi aku
mencintaimu.
Kata orang cinta itu buta. Ya, mungkin aku
sekarang sedang benar-benar buta.
Mantra apa sebenarnya yang kau ucapkan ?
sampai pandanganku tak luput hanya mencari kamu. Seribu wajah yang aku temui,
hanya kamu yang aku cari. Aaaaaahhh.... ini gila !!! aku sudah benar-benar
gila.. TIDAK, bukan aku yang gila. Tapi kamu yang gila.
Saat ini aku sedang iri terhadap perempuan
itu. Dia tidak melakukan apapun tapi dia bisa mencuri perhatianmu terhadapku.
Aku benci kamu ! tapi aku tidak sanggup
mneinggalkanmu walaupun hanya satu langkah.
Aku benci kamu ! tapi kau akan memastikan kau
baik – baik saja
Aku benci kamu ! tapi aku akan terus menjadi
pendengarmu
Aku benci kamu ! tapi aku akan memastikan
tidak ada satu tetes airmata pun yang jatuh.
Kamu sering bilang. Rindu itu mnyakitkan dan
itu benar.
Nangis karena patah hati itu gak keren.
Gak moveon itu bukan cewe tangguh.
Dan semuanya sedang aku alami sendiri,
penyebab utamanya adalah kamu.
Kamu tau, dibelakang aku saat ini ada yang
seperti aku. katanya dia sayang padaku. Melebihi aku sayang kamu. Mungkin...
Tapi saat ini aku belum percaya dia. Menurutku
dia hanya seorang pengacau. Dia mengacaukan konsentrasi aku yang sedang
menjagamu.
Kamu tau ? dia bilang urusan menjaga itu
adalah urusan laki-laki bukan perempuan.
Kamu tau ? dia yang mengobati sedikit demi
sedikit luka yang kamu goreskan.
Kamu tau ? aku sekarang sedang takut.
Aku takut, aku berpaling dari kamu. Karena dia.
Aku takut, aku jatuh cinta padanya. Padahal kamu
tau aku tidak suka jatuh cinta.
Dan kamu tau ? aku takut untuk melupakanmu
dan mengisi semua ingatanku dengannya.
Kamu tau ? dia baik
Kamu tau ? dia lebih putih dari kamu.
Kamu tau ? dia lebih tampan dari kamu.
Kamu tau ? dia lebih muda dari aku. Dan itu konyol !!
Aku dan dia banyak perbedaan, hal itu yang
selalu kau permasalahkan. tapi, dia anggap itu mudah. Aku dan dia itu sangat jauh, bahkan
lebih jauh dibandingkan dengan mu. Dia adalah orang asing yang ingin menjadi
tak asing, sedangkan kamu bukan orang asing malah menjadi sangat asing bagiku. Kamu
yang membuat sekat dengaku, tapi dia justru yang membuang sekat antara aku
dengannya.
Dia orangnya keras kepala, sama kaya kamu
dulu. Dia pernah bilang bahwa aku adalah ketidak mungkinan yang akan dia
perjuangkan. Dan itu membuatku semakin takut dekat dengannya. Dan aku takut
untuk jatuh cinta padanya, aku takut nyaman dengannya. Karena aku takut dia
sama dengan kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar